By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
djapost.comdjapost.comdjapost.com
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
Cari
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
© 2024 Djapost | All Rights Reserved.
Reading: Ngaku PPK Keluarkan SPK Palsu, Oknum Pegawai Kementan Diduga Lakukan Penipuan Proyek Fiktif
Sign In
Font ResizerAa
Font ResizerAa
djapost.comdjapost.com
Cari
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Djapost | All Rights Reserved.
Hukum dan KriminalNasional

Ngaku PPK Keluarkan SPK Palsu, Oknum Pegawai Kementan Diduga Lakukan Penipuan Proyek Fiktif

Admin
25/09/2023 08:34
Admin
3 Min Read
Ilustrasi

Jakarta, Djapost.com – Oknum pegawai Kementerian Pertanian diduga lakukan penipuan proyek fiktif. Modusnya oknum berinisial S itu mengaku sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan mengeluarkan Surat Perintah Ketja (SPK) palsu.

Berdasarkan pengakuan korban Rudi, pada Januari 2023 dirinya disuruh oleh kawannya yang bernama Wira untuk menemui Andi di Balai Kementerian Pertanian Tanjung Priok untuk menerima pekerjaan atau proyek.

Karena sedang berada di Batam, Wira pun meminta Rudi untuk menindak lanjuti dan segera menjumpai PPK proyek itu melalui perantara kawannya yang bernama Andi.

“Saat itu saya di suruh untuk langsung bawa dana Rp5 juta untuk setor atau ikatan ambil pekerjaan tersebut. Saya pun ikuti arahan teman saya Wira dan menjumpai Andi. Saat bertemu, Andi mengenalkan saya dengan orang Balai Mentan Tanjung Priuk. Sebelumnya kami sudah teleponan dan janjian jumpa di kantornya. Akhirnya kami pun jumpa di suatu masjid yang ada di depan kantor Balai Mentan Tanjung Priok, dengan Sudrajat orang yang di kenalkan Andi dan dia mengaku sebagai PPK di kantornya itu,” ucap Rudi pada Wartawan.

Selanjutnya Rudi mengaku ditawarkan proyek perawatan taman dan perawatan lift. Rudi pun menungkapkan Sudrajat meminta dana langsung sebagai deposit atau jaminan untuk pengambilan proyek yang dimaksud.

“Saat itu dia minta dana sebagai jaminan, dan langsung saya kasih. Tapi kemudian anehnya dia terus-terusan minta dana dan pesan cetakan yang ternyata tidak kunjung selesai dan tidak ada ujung pangkalnya sampai sekarang,” ungkap Rudi.

Mengetahui kenyataan seperti itu Rudi pun mulai muncul curiga. Dirinya meminta kepada pelaku agar mengembalikan dana yang sudah dikeluarkannya.

Menurut Rudi, pelaku menyatakan bersedia untuk mengembalikan uang miliknya. Bahkan saat itu untuk meyakinkan Rudi, pelaku juga membuat surat pernyataan akan segera mengembalikan uang.

“Sudah dua lembar surat pernyataan dibuatnya, tapi sampai sekarang sepeserpun belum juga dia kembalikan uang saya,” ujarnya.

Rudi mengatakan sudah melaporkan hal tersebut kepada pihak Balai Pertanian. Menurut dia Balai Pertanian mengaku sudah melakukan pemanggilan serta melakukan pemeriksaan dan berjanji akan menjatuhkan sanksi hukuman disiplin kepada oknum tersebut.

“Informasinya korban sudah berjanji didepan atasannya akan melakukan pengembalian uang via transfer. Namun pelaku tidak kunjung pernah memenuhi janjinya tersebut. Padahal, jelas-jelas pelaku meminta sejumlah uang mengatakan kalau uang itu buat bos atau atasannya,” kata dia. (EA)

[ruby_related total=5 layout=5]

Previous Article Terpidana Kasus Korupsi Buldozer Dijemput Paksa Kejari Kabupaten Bekasi
Next Article Pj Bupati Buka Porkab Bekasi 2023, 15 Cabor Dipertandingkan
© 2022 Djapost | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account