By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
djapost.comdjapost.comdjapost.com
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
Cari
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
© 2024 Djapost | All Rights Reserved.
Reading: PDIP Tak Sepakat Soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang
Share
Sign In
Font ResizerAa
Font ResizerAa
djapost.comdjapost.com
Cari
  • Nasional
  • Jabar Raya
  • Daerah
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hukum dan Kriminal
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 Djapost | All Rights Reserved.
djapost.com > Blog > Nasional > PDIP Tak Sepakat Soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang
Nasional

PDIP Tak Sepakat Soal Ormas Keagamaan Kelola Tambang

Admin
Last updated: 06/06/2024 18:22
Admin
Share
2 Min Read

Jakarta, Djapost.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto tak sependapat soal organisasi masyarakat (ormas) keagamaan diperbolehkan mengelola tambang.

Ia mengingatkan bahwa segala kekayaan alam yang ada di Indonesia semestinya dikelola oleh negara, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Hal ini disampaikan Hasto merespons kebijakan pemerintah yang memberikan izin usaha pertambangan (IUP) kepada organisasi masyarakat, salah satunya Nahdlatul Ulama (NU).

“Bahwa dari falsafahnya, bumi, air, kekayaan alam yang dikandung di dalamnya, digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan harus dikuasai negara,” kata Hasto di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2024).

“Bahkan ada cabang-cabang produksi yang penting, itu juga dikuasai oleh negara. Itu perintah konstitusi kita,” imbuh dia.

Menurut Hasto, falsafah tersebut semestinya dijalankan oleh pemerintah dan tidak boleh diselewengkan.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa mengelola tambang dibutuhkan kemampuan khusus pada aspek engineering, proses sistem, hingga manajerialnya.

“Dan muaranya sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Hasto.

Kendati demikian, Hasto menegaskan bahwa PDI-P tetap kagum dengan ormas-ormas yang ada di Indonesia, misalnya NU dan Muhammadiyah.

Sebab, PDI-P memiliki kedekatan sejarah dengan ormas tersebut, sejak zaman perjuangan Presiden pertama Sukarno lewat Partai Nasional Indonesia.

“Bung Karno mengatakan dengan Muhammadiyah ini, ini belajar tentang progres, tentang berkemajuan, Islam yang berkemajuan, dengan NU ya juga belajar tentang Islam yang menyatu dengan tradisi kebudayaan kita,” kata Hasto.

Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Perubahan atas PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Dalam beleid tersebut terdapat aturan baru yang memberikan izin kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) dan keagamaan untuk mengelola pertambangan.

Aturan itu tertuang pada Pasal 83A yang membahas Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) secara prioritas.

You Might Also Like

Lippo Hibahkan 30 Hektare Dukung Program 3 Juta Rumah

KPK Himbau Bupati Bekasi Cegah Transaksksional Rotasi Mutasi Jabatan

Kasus Kebakaran di Jakarta Menurun pada 2024

Menteri ATR/BPN Ungkap Tata Ruang Kawasan PIK 2 Bermasalah

Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji Guru

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pilkada Kabupaten Bekasi, KPUD Kurangi Jumlah TPS Hingga Setengahnya
Next Article Gerakan Babe/Nyak Asuh Anak Stunting (BAAS) Jadi Solusi Turunkan Angka Stunting di Kabupaten Bekasi
Ad imageAd image

Terpopuler

Newville” Hunian Baru Lima Lantai di Lippo Cikarang
05/10/2022
Ini Persyaratan Membuat Site Plan di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi
09/07/2022
Tambah 2 Emas, Cabor Berkuda Kian “Dekati” Juara Umum Porprov Jabar 2022
05/11/2022
Korupsi Aset Negara, Ketua Pengurus Koperasi Ditahan Kejari Kabupaten Bekasi
08/12/2022
39 Parpol Telah Diterima Permohonan Pembukaan Akses Sipol oleh KPU
31/07/2022
Ad imageAd image
© 2022 Djapost | All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?